Duhai Putriku...


Ialah putriku...
Buah hati yang tlah kunantikan bertahun-tahun..
Ialah putriku...
Selaksa permata yang menghiasi pandanganku...
Ialah putriku...
Bayi mungil yang kini tlah menjelma menjadi seorang Wanita dewasa...

Duhai putriku...
Hampir separuh usiaku bertaruh tuk mendapatkanmu..
Setiap malam, kupanjatkan doa agar Dia Yang Maha Kuasa mengkaruniaiku seorang putri..
Putri yang kuharapkan menjadi Bidadari..

Aduhai putriku...
Andai Kau tahu, betapa aku membesarkanmu dengan setiap keistimewaan..
Memberikan kasih terbaikku untukmu...

Aduhai putriku...
Setiap keputusan yang kuambil untukmu selalu dengan pertimbangan bahwa itulah yang terbaik bagi masa depanmu..
Aku ingin Kau bahagia sepanjang hayatmu...
Menjadi Wanita terhebat di zamanmu...

Putriku sayang...
Kau ananda yang mulia..
Kau gemar berbakti padaku...
Kau berhasil membuatku bahagia dengan kesantunanmu...

Aduhai...
Betapa bersyukurnya aku pada Yang Kuasa atas karunia ini...
Hingga pada suatu ketika...
Kau menghampiriku..
Berbisik sesuatu...
Ya.. Kau mengutarakan keinginanmu...

Aduhai putriku sayang...
Aku baru menyadari bahwa Kau adalah ananda yang sangat kucintai...
Kau adalah putriku yang begitu kusayangi...

Aduhai...
Putriku mempunyai hasrat yang tak seirama dengan keinginanku...
Apakah ia ingin mendurhakaiku..?
Tidak.. Ialah putriku sayang...
Ananda yang menghiasai di langit hatiku...
Ia memiliki keutuhan hak dalam cita-nya..

Sedang aku...
Adalah Ibu yang mendukung penyejuk hatiku...
Aku ridha padamu duhai ananda...
Engkau tetaplah permata pandanganku...
Karena Putriku bukanlah aku...
Ialah putriku...

Bumi Allah, 27.8.2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Faghfirli Yaa Rabb

Mewujudkan Keluarga Qur'ani