Berserah Kepada Allah Ta'ala...


Sadarilah duhai diri...
Sesuatu yang baik dalam kebarakahan tidak bisa didapatkan dengan pengawalan yang buruk.
Ia yang telah ditetapkan sejak azali adalah hak-mu maka akan menjadi milikmu meski semesta menghalangi. Demikian pula bila sejak azali bukanlah hak-mu meski setiap mahluk mengupayakan maka engkau takkan pernah memilikinya barang sekejap pun.

"Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS.35:2)

Perniagaan/Karir yang engkau khawatirkan keuntungannya, relationship (cinta kepada pasangan & anak-anak) yang engkau hasratkan, harta/aset yang engkau kumpulkan. Bila itu lebih engkau utamakan daripada Allah SWT, bila itu melalaikan dari mengingat Allah, bila itu menjadikan engkau memilihnya daripada memilih Allah.. Maka sejatinya engkau tlah menukar kebaikan dengan keburukan.. Sejatinya engkau telah memetik bunga dunia namun mencampakkan madu-nya akhirat. 

Duhai diri...
Bilamana iman menancap kokoh di dasar hati nan menjulang tinggi ke langit akhlaq maka ia kan percayakan segala urusannya kepada Rabbnya.. Tidakkan tergesa berharap dikabulkannya permohonan melainkan  dengan sabar dan sholat dalam menanti jawaban.. Tidakkan menggerutu akan keadaan melainkan terus berbenah melakukan perbaikan.. Tiada yang ia tuju selain keridhaan Rabbnya Yang Maha Mulia...

Duhai diri...
Bukankah ayah kita, Ibrahim 'Alaihi salam, tlah mengajarkan makna akan sebuah tawakkal...? Kerinduan akan hadirnya buah hati hingga rambut memutih dan tubuh meringkih tak menjadikannya berputus asa akan rahmat Rabbnya..
Bukankah bunda kita, Maryam, dengan keteguhan dalam menjaga kesuciaannya menjadikannya wanita teragung dimasa itu, memikul ujian yang tak terperih namun ia tetap tunduk dalam mihrab taat..?
Bukankah pula, kita tlah mengenal ketawakkalan Nabiyullah yusuf 'Alaihi salam dan Musa 'Alaihi salam dalam berserah diri kepada Allah hingga akhirnya mereka dijadikan pemenang..?

Maka.. Maukah engkau bersabar barang sejenak duhai ummat Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Salam..?
Bersabar dalam menjaga ketaatan kepadaNya..
Bersabar dalam menjauhi maksiat demi-Nya..
dan, 
Bersabar dalam berkumpul dengan orang-orang shalih untuk mengharap syafaat darinya  atas izinNya kelak..
Bersama merunduk pasrah berserah padaNya dengan selaksa cinta dan ketulusan sebagai hamba..


Bumi Allah, 26.8.2014
Agatha Rizky Ardang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Faghfirli Yaa Rabb

Mewujudkan Keluarga Qur'ani