Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Sahabatku, You Are Beautiful...

Gambar
I am Beautiful... I am beautiful in every single way
Yes, words can’t bring me down
So don’t you bring me down today...
To all your friends, you’re delirious
So consumed in all your doom
Trying hard to fill the emptiness
The piece is gone left the puzzle undone That’s the way it is
You are beautiful no matter what they say
Words can’t bring you down You are beautiful in every single way
Yes, words can’t bring you down No matter what they say
’cause we are beautiful no matter what they say
Yes, words won’t bring us down, oh no We are beautiful in every single way...
♥ * ♥ Duhai sahabat shalihah..
Jilbab tak kan menghalangi aktifitasmu, jilbab tak kan mengurangi gerak gesitmu ataupun mengekang prestasi gemilangmu.. Tak usah ragu apalagi singkuh karena Engkau kan makin cantik bersama jilbab rapimu.... ^___^
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mere…

Disinilah Kumenemukan Cinta...

Gambar
Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.” (HR. Tirmidzi no. 3522)

Hidayah Allah ta’ala bisa datang kepada siapapun tanpa mengenal ras dan agama. Hidayah datang tidak khawatir dengan letak geografi yang terbentang jauh dari Baitullah, tidak sungkan dengan status sosial dan tidak membedakan gender. Hidayah datang bisa kapanpun, disaat bagaimanapun.  Bahkan bisa jadi hidayah itu datang disertai kondisi yang memaksa seperti halnya diriku.

Aku pertama kali mengenal tarbiyah karena situasi yang mengkondisikan. Setelah lulus SMA dengan psikis labil akibat tidak lulus ditempat yang kuimpikan aku justru ditawari ikut ngaji sama teman-teman alumnus SMA. Duniaku kala itu sangat berbeda dengan mereka. Aku hanya pernah menempelkan nama sebagai anggota ROHIS melalui ketuanya karena efek euforia training PII (P…

Malu lah pada Rumput yang Bergoyang

Gambar
http://www.dakwatuna.com/2012/03/18666/malulah-pada-rumput-yang-bergoyang/



Diperhatikan merupakan keniscayaan. Seringkali kita tidak sadar dan menyadarkan diri bahwa tiap saat diperhatikan. Baik oleh mahluk ghaib maupun zhahir. Malaikat yang tidak pernah lengah dengan tugasnya, bani syaithon yang suka melena-lenakan, dan manusia yang suka mencari kelenaan. 
Sudah sunnatullah, manusia dengan kealpaannya tak akan bisa berdiri sendiri memperbaiki diri. Dengan demikian justru bentuk perhatian ini merupakan kenikmatan. Nikmat bagaimana menyadarkan diri agar tidak menampakn aib sendiri, nikmat untuk menjaga akhlak agar tetap santun lagi menyenangkan sesama, nikmat untuk menahan kelepasan marah dan bercanda. Nikmat itu hadir dengan hadirnya malu, indikasi keimanan.


Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ
“Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagi…

Yang Terpenting itu Hati

Gambar
http://www.dakwatuna.com/2012/03/18608/yang-terpenting-itu-hati/
Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah mengatakan: “Barangsiapa memperhatikan syari’at di dalam sumbernya, maka ia akan tahu tentang terkaitnya amalan badan dengan amalan hati. Amalan badan tidak ada manfaatnya tanpa ada amalan hati. Amalan hati lebih wajib bagi setiap hamba daripada amalan badan. Bukankah perbedaan orang mukmin dan orang munafik tergantung pada hatinya, oleh karenanya ibadah hati lebih agung daripada ibadah badan, bahkan lebih banyak, lebih kontinyu, dan lebih wajib di setiap waktu.” [Badaa-i’ul Fawaa-id hal. 514] Kepala boleh sama hitam, pirang, puith atau berkerudung, tapi hati siapa yang tahu? Lisan boleh jadi berkata bijak tapi siapa yang tahu hati berkeinginan bejat? Bisa jadi beraktifitas dengan jam terbang tinggi karena ingin dikenal matang? Berorganisasi kesana-sini supaya dianggap berkontribusi nyata? Atau sengaja berdiam diri agar populer dengan gelar kehati-hatian bertindak? Tak ada yang tahu isi hati.…