Buanglah Duka, Tersenyum Menjadikan Kita Lebih Bahagia


Tatkala kita bersedih maka dunia nampak sempit. Segala tak enak, sikap jadi lebih strenght, ucapan rada kaku/keras. Sebetulnya kita yg tengah kena negatif menyadari bahwa itu semua ga nyaman. Bersikap strenght  berkata keras itu ga nyaman lho.. Walo kadang menyadarinya terlambat coz ketika terjadi mengalir begitu aja.

Sebaliknya ketika kita bahagia maka dunia nampak lapang. Segala menjadi menyenangkan, sikap jadi lebih fleksibel & lembut, ucapan disampaikan dengan nada ceria & optimis. Kebahagiaan itu bisa dirasakan orang lain sebelum kita mengutarakannya. 
Perasaan itu semua bisa menular kepada alam sekitar bahkan tanpa perlu keluarnya sepata kata.
Akan memilih yang mana..? ^_^

Bila engkau masih kelabu.. Boleh merenung sejenak.. Bisa jadi senyummu menjadi pelangi bagi orang lain, seulas senyum yg mampu menghapus gelapnya duka dan murungnya. Tersenyumlah.. Kerana tiada yg terjadi sia-sia, semua mesti bermakna. Tenangkan hati akan hadirnya hikmah dengan mengingatNya.. 

Dan, bukankah engkau mengiringi perbuatan buruk dg perbuatan baik..? 
Bukankah engkau berupaya istiqamah dlm ketaatan kepadaNya..?
Bukankah engkau suka melakukan kebajikan meski tidak selalu kau tampakan..?
Bukankah engkau suka apabila Allah menjadi satu-satunya Kekasih di hatimu..?
Dimana engkau bisa bermesraan denganNya dlm keheningan malam dan syahdu fajr..?
Allah tahu.. Allah selalu menatapmu & tidak meninggalkanmu meski terkadang kau meninggalkanNya..
Allah begitu sayang padamu.. Allah menyapamu dlm bahasaNya yg begitu lembut yg hanya bisa dimengerti dg kelembutan hati jua.. 

Hayuk.. Kita perbaiki bersama.. Kembali kepada Allah. Kembali mendekap Quran sbg kalam kesukaan.. Mesti terbata dan harus menyeka air mata.. ^_^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Faghfirli Yaa Rabb

Mewujudkan Keluarga Qur'ani