Cukuplah Cinta Kita Berjumpa di Langit dan Biarkan Allah Menghendaki Apa yg Terjadi di Bumi



Kita mungkin tak pernah mengutarakan tapi biarlah doa-doa kita mengetuk dan berbincang di langit sana..
Kita mungkin tak pernah berjumpa tapi biarlah pertemuan kelak atas dasar taat padaNya..
Kita mungkin tak pernah saling menjanjikan tapi biarlah ketetapan Allah yang menentukannya..

Cukuplah bagi kita, saling mengharapkan dalam harapan padaNya..
Saling berbincang lekat dalam lantunan doa kepadaNya..
Keinginan untuk berjumpa dan bersatu di bawah naungan rahmat-Nya,
Dalam Pernikahan yang Dia ridha..

Kerana kita terlalu malu untuk mengatakan cinta pada jiwa yang belum bersama ..
Kita terlalu malu untuk menyuarakan rindu pada ruh yang belum menyatu..

Kau sejatinya adalah misteri..
Tapi, Dia Yang Maha Kasih memperkenankan setiap hamba-Nya memanjatkan kehendak pada kerahmanan-Nya..
Hakikatnya, apa yang terjadi di hati adalah atas izin-Nya..
Maka tiada jalan lain selain mengembalikan kepada-Nya.

Bersabarlah duhai diri..
Bersabar dalam mentaati-Nya..
Bersabar dalam menjauhi larangan-Nya..
Malu sama Allah Yang Maha Dekat..

Allah tahu apa yang kita kehendak, 
Allah mendengar apa yang kita bisikkan,
Allah melihat apa yang tersimpan rapat..

Bisa jadi Allah tengah menguji sejauh mana Kesungguhan Kita dalam Menginginkan Keridhaan-Nya,
Menguji Sejujur apa Iman-Iman di hati kita,
Menguji Sebening mana Kehusnuzhan kita kepadaNya..

Maka dekatkan diri pada Allah dan ikuti perintah-Nya, apapun hasilnya insya Allah itulah yang terbaik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mewujudkan Keluarga Qur'ani

Resensi 'Strategi Pemenangan Pemilu AKP di Turki dan PKS di Indonesia (Studi Perbandingan) '