Mother, How Are You Today..?



Mother, mom, mami, mama, ibu, nyak, umak, emak, apapun status panggilan itu tak akan pernah setara dengan setiap tetes peluh yang "ibu" keluarkan untuk kita.. hampir dalam tiap derik nafasnya akan selalu terbayang wajah-wajah anaknya yang menggelayut bak embun di kelopak mawar.. indah, begitu indah.. senyum simpul kelelahan yang setia menemani ibu pun tampak begitu bersinar, menggelora membangkitkan semangat aku untuk menapaki dunia..!
Derai-derai tangisku mulai membucah menjadi bagian melodi yang ibu begitu menyukainya, tak sampai disitu, keinginanku untuk tak lepas dari gayutan lengan ibu pun menikmatinya.. sampai akhirnya aku harus berdiri sendiri menatap dunia!
Kini, aku tak sekedar menatap dunia, duhai ibu.. aku juga ikut berlakon di kanca episodenya.. aku harus berperan sebagai sosok pribadi yang matang, dewasa, cerdas bahkan mandiri.. tiap helaian waktu aku dituntut untuk profesional, dengan parameter setiap tugas yang available harus selesai tepat waktunya. aku bisa bu, tapi deringan not-not aktivitas itu hanya mengalir tak bermakna, there is always odd stuff there.
Tak ada lagi aliran semangat yang selalu menyuplai bila aku hanya berucap "cape..", tak ada lagi iringan ketenangan syahdu yang menyelimuti bila aku hanya bergerak gusar. Semua tokoh berperan dengan lakonnya sendiri.. sehingga akupun ingin kembali dengan tokohku sebagai anak, bu...
Aku rindu untuk kembali menggelayut di lengan yang tak pernah lelah, tidur dalam dekapan yang tak pernah dingin dan tertawa bahagia dengan wajah yang tak pernah mendung..
Mother, How Are You Today...?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mewujudkan Keluarga Qur'ani

Resensi 'Strategi Pemenangan Pemilu AKP di Turki dan PKS di Indonesia (Studi Perbandingan) '