Postingan

Menikmati Hidup Bersahaja

Gambar
Bukan rendah diri, bukan percaya diri, melainkan percaya Allah.  Tidak terikat masa lalu, tidak terobsesi pada masa depan.  Tidak bersedih atas remeh temeh masa lalu, tidak juga khawatir akan apa yang ada di depan, tapi sibuk dengan detiknya sekarang untuk meraih ridha Ilahi. Tidak menambah, tidak mengurangi, tapi adil. Apa adanya. Tidak kufur saat miskin, tidak sombong saat kaya, tapi mengisi kehidupan dengan sabar dan syukur. Demikian selaksa air yang sejuk sebuah nasihat dari Ust. Ahmad Riawan Amin. Jujur, tidak berpura-pura. Alangkah indahnya bila kita menjalani hidup ini secara jujur, tidak perlu akting menjadi si Anu atau memaksakan diri seperti Anu melainkan tampil apa adanya saja. Bukan pula berarti tidak mau memperbaiki diri menjadi lebih baik. Ada analogi menarik yang mungkin kita udah akrab : kalau merasa hidup banyak tekanan, jangan-jangan karena banyakan gaya karena Gaya sebanding lurus dengan Tekanan (rumus Gaya). hehe.. Kita akan lebih aman dengan hidup be...

Kado terindah untuk Engkau yang Mau Bersabar...

Gambar
Alhamdulillah lama tak bersua, home... Kali ini aku akan berceritera sebuah kisah fiktif yang terinspirasi dari kisah nyata, dalam bentuk cerita pendek ya.. Baiklah mari kita masuki... ~~~~ Aku memiliki sepupu perempuan yang lebih tua diatasku, seorang yang menginspirasiku dalam kisah-kisah yang ia lalui. Namanya yuk Tari Soeharto (yuk : panggilan kakak perempuan Palembang), seorang ibu rumah tangga shalihah berusia 31 tahun dengan dua anak kembar dan kini tinggal di Brussel. Aku mengenalnya cukup dekat karena kami adalah teman sepermainan masa kecil dan saling berbagi curhat sampai kini. Yuk Tari wanita yang ayu (darah manis perpaduan dari ayahnya orang Jawa Tengah dan ibunya orang Melayu), gigih, berani, menyeramkan bagi laki-laki (ini ada kisah tersendiri yang membuatku tertawa mengingatnya), humoris dan agak tertutup berbagi ruang pribadinya kecuali kepada yang ia percaya (seperti aku misalnya, hehe..). Yuk Tari bukan anak yang begitu cerdas, track record  nilainya sej...

Aku ingin Menikah, Betulkah...?

Gambar
Pikiranku tergelitik untuk memerintahkan tangan mengetik sesuatu yang seringkali menjadi bahan obrolan tiap zaman dan selalu diminati, cinta. Tetapi bukan itu, cinta terlalu luas definisi dan cangkupannya. Dalam kesempatan kali ini saya hanya akan melihat dari perspektif pribadi dalam mempersiapkan pernikahan. Lebih tepatnya sebagai bahan muhasabah untuk memperbaiki diri.^_^ Mungkin pernah terbetik dalam hati bahwa pemecah segala persoalan adalah menikah. Ketika tersandung masalah menginginkan partner untuk berbagi secara tulus, ketika bahagia ingin tertawa bersama dengan seseorang yang berarti, ketika dalam kondisi 'jobless' ingin lari dari realita dengan menjadikan pernikahan sebagai kunci keselamatan, ketika melihat teman-teman yang mulai satu persatu berkeluarga menjadikan tertarik pula karena merasa sepi, ketika  umur sudah semakin menua berhasil memecut untuk asal menikah, dll.Tentu masih banyak alasan lainnya yang lebih baik dari apa yang dipaparkan.  Apapun...

Allah Punya Jawaban Terbaik untuk Doa dan Ikhtiar Kita

Gambar
Keinginan dan harapan selalu menyertai kehidupan kita. Keinginan dan harapan itu akan terwujud manakala Allah mengabulkan doa dan ikhtiar kita. Doa yang selalu kita panjatkan dan beragam ikhtiar yang kita lakukan. Sungguh di dalam Islam diajarkan bahwa segala doa dan kesungguhan ikhtiar seorang hamba takkan sia-sia. Meskipun, ranah hasil adalah ranah Allah, bukan ranah kita sebagai hamba yang lemah. Allah yang kuasa menentukan jawaban atas ikhtiar yang kita lakukan dan doa yang kita panjatkan. Sedangkan ranah kita ini adalah ranah proses, proses dalam berusaha keras untuk bisa mencapai keinginan dan harapan kita dengan menggantungkannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. "Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, kamu pasti akan menemuinya,"  (QS al-Insyiqaq : 6). Ikhtiar yang kita lakukan tidak akan ada artinya jika tidak disertai dengan doa, begitu juga dengan doa yang kita panjatkan, tidak akan ada artinya jika kita tidak beri...

Travelling, i'm in love!

Gambar
bismillah.. Alhamdulillah... taraaa...! Nyampe juga ke Timur Indonesia.. eh ralat dink, Tengah karena belom nyampe timur. :3 20 Januari2013 09.30 wib Berangkat ke Lampung. 'The lucky' star, di hari H dihubungin Ria kalo kita diusir dari kosan karena telat bayar 2hari, haha.. Rencana awal mo mandi dan bersih-bersih sebelum berangkat ke Bogor ini jadi  malah ngungsi di Masjid At-Taqwa Karang (samping Bambu Kuning). Mirip banget kita (gw, Ria, Ning) jilbab traveller, wkwk..  Nih, disamping foto tepat di depan basecamp kita, haha.. alhamdulillah bos! 21.00wib Berangkat ke The 2nd Home, rainy town, Bogor dengan tambahan personil, Aji. Makin heboh deh kita, sepanjang perjalanan ngikik-ngikik aja. Emang kuda? he..he.. Seru, di bus kita sering juga nyeletuk diskusi membahas isu-isu terhangat, terutama tentang realita kehidupan kita. Curcol maksud saia bos, haha.. We never know absolutely about our future, so keep struggle to make our dream comes true ^_^ M...

Ketika Hati Rindu Ingin Menikah

Gambar
Berawal dari note seorang ukhti shalihah yang bertemakan kerinduan hati akan sunnah yang indah ini... Duh, katanya sih nikah itu sesuatu banget. lha gimana ga sesuatu, yang dulunya dikecam jadi dipuji, yang dulunya haram jadi halal,  yang dulunya.. dulunyaa.. he..he.. Well, balik lagi ke niat awal ngepost entry ini, meski diri belum menggenapkan separuh Diin ini, izinkan untuk berbagi.. semoga ada manfaatnya, kalopun nanti ada yang kurang berkenan dan salah mohon dimaafkan dan diluruskan.. ^_^ Ketika Hati Rindu Ingin Menikah, "innamal 'amalu binniyat...." setiap amalan -termasuk nikah- berkualitas tidak nantinya dimulai dari niat. sepakat ya? sipks.. kalo penginnya asal nikah/asal laku/asal kagak mbujang biar ga malu sama temen-temen yang udah 'nyolong' start duluan ya kualitas keluarga yang dibentuk nantinya juga asal ada, asal jadi, asal-asalan. na'udzubillahi min dzalik yaa Rabbana... TAPI kalo niatnya LILLAH -karena Allah semata-, kemudi...

Budaya Bersahaja

Gambar
Kecenderungan manusia berperilaku boros terhadap harta memang sudah ada di dalam dirinya. Ditambah lagi perilaku boros adalah salah satu tipu daya setan terkutuk yang membuat harta yang kita miliki tidak efektif mengangkat derajat kita. Harta yang dimiliki justru efektif menjerumuskan, membelenggu, dan menjebak kita dalam kubangan tipu daya harta karena kita salah dalam menyikapinya. Hal ini dapat kita perhatikan dalam hidup keseharian kita. Orang yang punya harta, kecenderungan untuk menjadi pecinta harta cenderung lebih besar. Makin bagus, makin mahal, makin senang, maka makin cintalah ia kepada harta yang dimilikinya. Lebih dari itu, maka ingin pulalah ia untuk memamerkannya. Terkadang apa saja ingin dipamer-pamerkan. Ada yang pamer kendaraan, pamer rumah, pamer mebel, pamer pakaian, dan lain-lain. Sifat ini muncul karena salah satunya kita ini ingin tampil lebih wah, lebih bermerek, atau lebih keren dari orang lain. Padahal, makin bermerek barang yang dimiliki...

Khaulah Binti Tsa’labah -Wanita Yang Aduannya Didengar Allah Dari Langit Ketujuh-

Gambar
Nama lengkapnya adalah Khaulah binti Tsa’labah bin Ashram bin Farah bin Tsa’labah Ghanam bin ‘Auf .  Beliau tumbuh sebagai wanita yang fasih dan pandai.  Suaminya adalah saudara dari Ubadah bin Shamit, yaitu Aus bin Shamit bin Qais. Aus bin Shamit bin Qais termasuk sahabat Rasulullah, yang selalu mengikuti peperangan yang disertai Rasulullah, termasuk perang Badar dan perang Uhud. Anak mereka bernama Rabi’. Suatu ketika Khaulah binti Tsa’labah mendapati suaminya, Aus bin Shamit dalam suatu masalah yang membuat Aus marah, dia berkata,  “Bagiku engkau ini seperti punggung ibuku.” Kemudian Aus keluar setelah mengatakan kalimat tersebut  (dhihar)  dan duduk bersama orang-orang untuk beberapa lama. Selanjutnya Aus kembali ke Khaulah dan menginginkannya. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak Aus, sampai jelas hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap kejadian diatas. Khaulah berkata,  “Tidak… jangan! Demi y...